Menyikapi Covid-19 Dengan Mindset
Sumber : Google Gambar - klikdokter.com
Mindset atau pola pikir merupakan satu cara pandang kita terhadap
sesuatu yang dapat memengaruhi prilaku
dan sikap terhadap suatu hal tersebut. Mindset secara tidak sadar terbentuk
melaui berbagai faktor, namun yang harus digari bawahi adalah mindset dapat dibentuk oleh kesadaran
diri kita sendiri.
Kesadaran akan hal-hal yang
sedang terjadi disekitar kita kemudian mengolahnya dengan berfikir secara mendalam
akan membuat kita tidak mudah tergiring oleh suasana-suasana kebingungan tanpa
arah. Kebanyakan dari kita malas untuk berfikir dan akhirnya tanpa sadar
terkurung dalam suasana dan meng-iya-kan segala yang hadir.
Dewasa ini sebuah virus
mengerikan muncul di sebuah kota di negeri China dan kemudian menyebar dengan
pesat keseluruh penuju dunia hanya dengan rentang waktu beberapa bulan saja.
Dunia dibuat genting oleh makhluk yang bahkan tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang, dan oleh karenanya dunia beristirahat dari aktivitas-aktivitas
manusia yang membangun untuk menghancurkan.
Virus covid-19 telah menyebar
secara mengerikan selama kurang lebih satu tahun. Sudah barang tentu selama satu tahun kebelakang
berbagai informasi telah diterima dari berbagai sumber, seperti jumlah angka
kematian, sebaran virus yang semakin meluas hingga mendekati daerah tempat
tinggal kita, dan berbagai berita-berita tentang pandemi yang membuat semakin
paranoid, hingga akhirnya membentuk mindset bahwa virus ini sangat mematikan
dan dunia dalam keadaan darurat.
Mindset-mindset ketakutan dan kebingungan terbentuk secara paripurna di kepala kita. Kebijakan-kebijakan ketat yang membuat tak berdaya memberikan andil dalam keresahan. Akan tetapi, sebenarnya perlukah demikian ? haruskah kita takut, bingung, dan merasa terkekang akibat adanya pandemi ini ?
Sobat, marilah berifikir sejenak,
rehat dari kegelisahan-kegelisahan dunia. Firikiran dan batin kita sangat perlu
bercengkrama dengan ketenangan. Tanpa kita, dunia masih akan terus berjalan
seperti biasanya. semua tidak akan kacau hanya karena berhenti sejenak, lalu
berjalan kembali.
Mulailah berfikir ada atau tidak
adanya pandemi, semuanya sama. Orang yang meninggal dunia, orang sakit, orang
kelaparan, orang yang di PHK, sebenarnya ada meskipun tidak ada pandemi., karena
itu merupakan hukum Allah dimana setiap hari manusia lahir ke dunia, namun ada
pula yang meninggalkan dunia. di satu belahan bumi orang-orang berfoya, namun
sejatinya di belahan bumi lain orang-orang
kelaparan dan menderita. Terkadang kita tidak memperhatikan. Semuanya tampak
sama.
Tenanglah, mari kita mencoba
menjadi bumi. Perhatikan, bumi sebenarnya bahagia manusia berhenti memproduksi
asap pekat, bumi sebenarnya bahagia sungainya kembali jernih dari limbah karena
pabrik yang berhenti berproduksi, bumi sebenarnya tersenyum manusia kembali ke
rumah bertemu sanak family. Bumi sangat bahagia meskipun hanya sebentar.
Jangan takut, virus pasti ada
obatnya, yang harus kita hawatirkan bagaimana mungin mansuia tetap gelap hati
meski ditampakan dengan terang pintu kebaikan namun tetap mementingkan diri
sendiri. Tak perlu resah, bagaimanapun usaha kita, selema waktu berjalan maju
dunia akan semakin mendekati kehancurannya. Semua berjalan dengan semestinya.
Sobat, mindset itu milikmu, janganlah bingung dengan sesuatu yang sudah semestinya terjadi. Semuanya tampak sama. maknai pandemi covid-19 dengan positif.


Mantappp kaka....
BalasHapus